SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Legislatif
Beranda » Blog » Warga Tongole Keluhkan Krisis Air Bersih dan Minim Penerangan

Warga Tongole Keluhkan Krisis Air Bersih dan Minim Penerangan

Warga Kelurahan Tongole menyampaikan aspirasinya kepada Anggota DPRD Kota Ternate Dapil I / Istimewa

LENTERA MALUT — Warga Kelurahan Tongole, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, mengeluhkan persoalan air bersih dan minimnya penerangan jalan di sejumlah wilayah.

Mereka menyampaikan keluhan tersebut saat mengikuti kegiatan reses dan tatap muka bersama Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, bersama Lurah Tongole, jajaran RT/RW, serta tokoh masyarakat, Jumat (11/9/2026).

Persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak bagi warga. Mereka mengeluhkan distribusi air dari PDAM yang kerap tersendat sehingga menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut laporan warga, air bersih terkadang baru mengalir dalam rentang waktu hingga 10 hari sekali. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air ketika pasokan PDAM tidak mengalir.

Selain air bersih, warga juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum di sejumlah kawasan. Warga secara khusus mengeluhkan kondisi jalan di wilayah belakang yang minim lampu penerangan pada malam hari.

Datangi Polda, Suryani Serahkan Dokumen Kasus Mamin Morotai

Minimnya penerangan membuat warga menghadapi akses jalan yang kurang nyaman ketika berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua pada malam hari. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dalam pertemuan tersebut, warga turut menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan lainnya, termasuk pembangunan jembatan dan jalan setapak.

Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, mengatakan pihaknya akan menghimpun seluruh aspirasi warga selama masa reses sebelum menyampaikannya kepada pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kan ini kita baru reses. Nanti setelah reses ini kan kita tampung dulu,” ujar wakil rakyat dari Dapil I, Ternate Tengah itu.

Jamian mengatakan persoalan air bersih dan penerangan jalan membutuhkan perhatian karena keduanya berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Aktivitas Timbang Barang di Pelabuhan Semut Dihentikan Sementara

Meski warga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan, persoalan air bersih dan penerangan jalan menjadi dua kebutuhan yang paling mendesak dalam pertemuan tersebut.

Kegiatan reses itu menjadi bagian dari agenda penyerapan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan. Jamian kepada wartawan mengaku telah melaksanakan reses di dua lokasi, yakni Kelurahan Tongole dan Kelurahan Marikurubu.

Ia selanjutnya akan melanjutkan agenda reses di empat titik lainnya di Kecamatan Ternate Tengah untuk menghimpun berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement