LENTERA MALUT — Sampah kiriman yang menumpuk di bantaran kali mati (barangka) dan saluran drainase tersumbat menjadi persoalan yang dikeluhkan warga Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara. Kondisi ini mengganggu lingkungan permukiman dan berpotensi memperburuk persoalan genangan saat hujan.
Keluhan itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kota Ternate dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Ternate Utara, Sartini Hanafi, saat menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kelurahan Akehuda, Ahad (13/9/2026).
Warga RT 03 yang bermukim di sekitar bantaran barangka mengeluhkan kebiasaan sebagian warga di wilayah bagian atas yang masih membuang sampah sembarangan. Sampah tersebut kemudian terbawa hingga menumpuk di *barangka* yang berada dekat dengan permukiman warga.
Persoalan serupa disampaikan warga RT 10. Mereka mengusulkan pembangunan kembali saluran drainase yang tersumbat akibat tumpukan sampah bawaan. Kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal dikhawatirkan menghambat aliran air dan memperbesar risiko genangan di lingkungan warga.
Lurah Akehuda, Farida Seleh, meminta warga ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Ia mengimbau warga membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sesuai waktu yang telah ditentukan petugas kebersihan, yakni pada malam hari.
Menurut Farida, ketertiban warga dalam membuang sampah menjadi bagian penting untuk mencegah sampah berserakan maupun terbawa ke saluran air dan barangka. Karena itu, ia meminta masyarakat mengikuti jadwal pembuangan sampah agar pengangkutan oleh petugas dapat berjalan dengan baik.
Menanggapi persoalan tersebut, Sartini berencana meninjau langsung lokasi barangka dan saluran drainase setelah pelaksanaan reses. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan yang diperlukan warga.
Sartini mengatakan persoalan lingkungan dan keselamatan warga akan menjadi perhatian dalam mengawal aspirasi masyarakat melalui DPRD Kota Ternate. Ia juga mengakui kondisi fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan setiap usulan pembangunan.
“Dengan kondisi fiskal atau anggaran seperti ini, saya akan usahakan. Alhamdulillah sudah ada beberapa usulan yang sudah ditindaklanjuti, memang bukan dari kami tapi ditindaklanjuti Pemkot,” ujar Srikandi PDI-P itu
Menurutnya, usulan yang berkaitan dengan kelayakan lingkungan dan keselamatan masyarakat perlu mendapat perhatian. Karena itu, ia akan mendorong agar persoalan tersebut masuk dalam skala prioritas untuk diperjuangkan.
“Insya Allah ini masuk skala prioritas, saya akan perjuangkan di parlemen,” tegasnya.
Reses tersebut turut dihadiri Lurah Akehuda Farida Seleh, Babinsa Akehuda, Bhabinkamtibmas Akehuda, tokoh masyarakat Akehuda, serta warga dari sejumlah RT di Kelurahan Akehuda.
Aspirasi warga terkait persoalan sampah, drainase, infrastruktur, dan penataan permukiman selanjutnya akan menjadi bahan bagi Sartini untuk dikawal melalui DPRD Kota Ternate dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ternate sesuai kemampuan anggaran daerah. (Red)

Komentar