SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Legislatif
Beranda » Blog » Nelayan Fitu Keluhkan Cuaca Ekstrem dan Sulit BBM Subsidi

Nelayan Fitu Keluhkan Cuaca Ekstrem dan Sulit BBM Subsidi

Kelompok nelayan Fitu bersama Anggota DPRD Kota Ternate, Muhammad Ghifari / Dok : Arif

LENTERA MALUT — Cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang membuat nelayan Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan mengurangi aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.

Kondisi ini menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota DPRD Kota Ternate Daerah Pemilihan (Dapil) II Ternate Selatan dan Moti dari Partai NasDem, Muhammad Ghifari Bopeng, saat melaksanakan reses di Kelurahan Fitu, Rabu malam (16/9/2026).

Dalam pertemuan itu, sejumlah nelayan mengungkapkan dampak langsung cuaca buruk terhadap pendapatan mereka. Ketika laut tidak memungkinkan untuk diarungi, perahu terpaksa ditambatkan dan penghasilan pun ikut berhenti.

Bagi mereka, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan cuaca. Berkurangnya hari melaut berarti berkurangnya pemasukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Cuaca seperti ini sangat memengaruhi aktivitas nelayan. Ketika kondisi laut tidak memungkinkan, nelayan tidak bisa melaut dan otomatis pendapatan mereka ikut berkurang. Ini menyangkut kebutuhan keluarga, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” kata Ghifari.

Pemkot Ternate Diminta Perjuangkan Revitalisasi Puskesmas Moti

Selain cuaca ekstrem, persoalan lain yang kembali mencuat dalam reses tersebut yakni sulitnya nelayan memperoleh BBM subsidi.

Nelayan menyebut ketersediaan BBM menjadi kebutuhan vital karena menentukan apakah mereka dapat melaut atau tidak. Ketika akses terhadap BBM subsidi sulit, biaya operasional ikut meningkat dan semakin menekan pendapatan nelayan.

Ghifari mengatakan, keluhan tersebut akan menjadi bagian dari aspirasi yang dihimpun untuk diperjuangkan melalui DPRD Kota Ternate.

“Semua yang disampaikan masyarakat kami catat. Aspirasi ini tidak boleh berhenti hanya pada forum reses, tetapi akan kami bawa dan perjuangkan melalui lembaga DPRD sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan nelayan membutuhkan perhatian karena menyentuh langsung mata pencaharian masyarakat dan ketahanan ekonomi keluarga.

Tunggakan Kos Diduga Picu Pencurian di Dufa-Dufa

Menurut Ghifari, pemerintah dan pihak terkait juga perlu duduk bersama mencari solusi terhadap persoalan BBM subsidi agar distribusinya dapat berjalan sesuai ketentuan serta benar-benar menjangkau nelayan yang membutuhkan.

“Soal BBM subsidi ini harus ada solusi. Nelayan membutuhkan kepastian akses terhadap BBM untuk menjalankan aktivitas mereka. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini bisa dicarikan jalan keluar,” katanya.

Ia menjelaskan, reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk melihat dan mendengar langsung persoalan masyarakat. Aspirasi yang muncul dari pertemuan tersebut selanjutnya akan dihimpun sebagai bahan pembahasan dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Reses bukan hanya agenda bertemu masyarakat. Yang paling penting adalah mendengar apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka butuhkan. Dari situ kami bisa mengetahui persoalan di lapangan dan menentukan langkah yang bisa diperjuangkan,” tutur Ghifari.

Selain persoalan cuaca ekstrem dan BBM subsidi, warga Fitu juga menyampaikan sejumlah masukan dan aspirasi lainnya dalam pertemuan tersebut. Seluruh masukan dihimpun untuk menjadi bahan dalam agenda pembahasan DPRD maupun koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

Lampu Jalan Minim, Warga Ternate Tagih Perhatian Pemerintah

Karena itu, warga berharap aspirasi yang disampaikan melalui forum reses tidak sekadar menjadi catatan, tetapi berlanjut pada langkah konkret yang dapat membantu nelayan bertahan menghadapi kondisi laut yang tidak menentu sekaligus memastikan kebutuhan operasional mereka tetap terpenuhi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement