LENTERA MALUT – Forum Peduli Pemuda Kecamatan Pulau Batang Dua, mempertanyakan janji Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda terkait bantuan pembangunan gedung gereja yang terdampak gempa bumi pada bulan april kemarin.
Bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut untuk pembangunan gereja yang ada di Kecamatan Pulau Batang Dua sampai saat ini diketahui belum tersentuh oleh Pemprov
Tokoh Pemuda Kelurahan Lelewi Kecamatan Batang Dua, Yerik Agama, menuturkan Gubernur hingga kini belum merespons terkait janji yang pernah disampaikan saat turun kunjungan kemanusiaan di Batang Dua.
“Kami sesali dengan janji manis Gubernur untuk warga Batang Dua. Lima gereja yang terdampak rusak berat belum mendapatkan bantuan untuk dibangun,”sebutnya dalam keterangan pers yang diterima lenteramalut.com pada Jumat, (25/9/2026)
Pihaknya meminta kepada Gubernur Sherly agar secepatnya merealisasikan bantuan terhadap rumah ibadah sesuai dengan janji Ibu gubernur.
Yerik menjelaskan, rumah ibadah adalah tempat persekutuan bagi warga gereja kaum Nasrani di Batang Dua. Oleh sebab itu, perlu ada dukungan dan dorongan pemerintah terhadap pembangunan gereja
“Ada beberapa rumah ibadah yang tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan berat seperti GPM Efata Mayau, GKPMI Filadelfia Bido dan GKPMI Imanuel Lelewi,”tuturnya.
Terhitung sudah lima bulan sejak bulan April pasca gempa bumi di Batang Dua bantuan untuk pembangunan rumah ibadah sama sekali tidak ada. Melalui pemberitaan ini, pihaknya berharap agar Gubernur merespon secara positif.
Selain itu, pihaknya mengharapkan agar infrastruktur jalan dan dermaga bisa menjadi perhatian serius Pemprov Malut.
Yerik mengungkapkan, masyarakat Pulau Batang Dua sangat membutuhkan dermaga sebagai kelancaran aktivitas warga dalam bongkar muat barang dari pantai ke kapal.
Yerik melanjutkan, tidak hanya kondisi dermaga yang memprihatinkan tetapi juga jalan yang sudah bertahun-tahun rusak hingga saat ini belum ada sentuhan pemerintah provinsi maupun kota.
“Masyarakat butuh kepastian bukan sekedar janji,”pungkasnya (Red)

Komentar