LENTERA MALUT – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara kembali menghadirkan Festival Salawaku 2026 sebagai ruang promosi budaya, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan ekonomi kreatif daerah.
Tahun ini, BI memilih Benteng Oranje, Kota Ternate, sebagai lokasi penyelenggaraan untuk memadukan potensi ekonomi dengan kekayaan sejarah dan budaya Maluku Utara.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, secara resmi membuka Festival Salawaku 2026 melalui acara Opening Ceremony di pelataran Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini sekaligus mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-776 Kota Ternate.
Dalam sambutannya, Handi mengatakan Festival Salawaku tahun ini memasuki penyelenggaraan kedua. BI sengaja memilih Benteng Oranje untuk menghadirkan suasana berbeda sekaligus mengangkat kembali nilai sejarah yang melekat pada salah satu bangunan bersejarah kebanggaan masyarakat Maluku Utara.
“Pada penyelenggaraan kali ini, kami ingin membawa Salawaku ke ruang yang lebih historis dan memiliki nilai sejarah yang kuat bagi masyarakat Maluku Utara, yaitu Benteng Oranje,” ungkap Handi.
Ia menjelaskan, pemilihan Benteng Oranje bukan sekadar pertimbangan lokasi. BI ingin menjadikan Festival Salawaku sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi UMKM sekaligus memperkuat identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Handi juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ternate beserta jajaran Pemerintah Kota Ternate dan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara yang mendukung penyelenggaraan festival di kawasan bersejarah.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan inovasi dan menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Handi menjelaskan, BI telah mengawali Festival Salawaku melalui berbagai program Road to Salawaku untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Maluku Utara.
Sejumlah program tersebut mencakup pelatihan hilirisasi produk olahan perikanan, kewirausahaan konveksi, budidaya maggot, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pelatihan wastra bagi penenun pemula untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
BI juga memperkuat ekonomi daerah melalui program PALITA Pesantren serta kegiatan business matching pembiayaan UMKM. Kedua program tersebut membantu pelaku usaha meningkatkan tata kelola bisnis sekaligus memperluas akses terhadap sumber permodalan.
“Seluruh rangkaian ini merupakan upaya untuk mempersiapkan UMKM agar semakin berkembang sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis,” jelas Handi.
Melalui Festival Salawaku 2026, BI menghadirkan puncak perayaan budaya, kreativitas, dan ekonomi kreatif Maluku Utara. Berbagai kegiatan mengisi festival tersebut, mulai dari pameran dan aktivasi UMKM, kompetisi, pertunjukan seni, talkshow, edukasi, hingga pesta rakyat yang melibatkan masyarakat luas.
Handi menegaskan, BI ingin memastikan UMKM tidak hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, mengembangkan kapasitas bisnis, dan mengambil peran lebih besar dalam rantai perekonomian daerah.
Ia menyebut berbagai program pendampingan yang BI jalankan selama ini mulai memperlihatkan perkembangan positif, terutama dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, dan penguatan pembiayaan.
Meski demikian, Handi mengingatkan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi agar UMKM Maluku Utara semakin tangguh serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Hadirkan Kompetisi Seni, Kuliner, dan Pariwisata
Tidak hanya mengembangkan UMKM, Festival Salawaku 2026 juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka melalui berbagai kompetisi.
BI menghadirkan kompetisi seni tari kontemporer, Kie Raha Got Talent, serta Salawaku Outfit of the Day. Festival ini juga mengangkat potensi pariwisata melalui Salawaku In Frame Challenge dan Salawaku Sea Through Lens.
Di sektor kuliner, BI menyelenggarakan Halal Chef Competition dan Salawaku Barista Competition untuk mendorong kreativitas pelaku kuliner sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal Maluku Utara.
Menurut Handi, seluruh rangkaian kompetisi tersebut menunjukkan bahwa budaya, kreativitas, kuliner, pariwisata, dan UMKM dapat saling mendukung dalam membangun ekosistem ekonomi yang produktif.
Festival Salawaku juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat, seperti workshop pangan lokal, Zumba, donor darah, permainan interaktif, hingga penampilan bintang tamu Adrian Khalif.
Selain itu, BI menghadirkan Alsya dari MasterChef Indonesia musim ke-13 (MCI 13) sebagai juri Halal Chef Competition sekaligus narasumber workshop pengolahan pangan lokal. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong pelaku kuliner mengembangkan produk khas Maluku Utara agar memiliki kualitas dan nilai tambah.
Ajak Generasi Muda Perkuat Ekonomi Kreatif
Pada kesempatan tersebut, Handi mengajak pelaku UMKM dan generasi muda Maluku Utara untuk terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, memperluas jaringan usaha, serta berani menciptakan inovasi.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi melalui program nyata dan berkelanjutan.
Handi menilai kolaborasi lintas sektor memegang peran penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Sebab, melalui kolaborasi, budaya kita akan tetap hidup, karya kita akan semakin kuat, dan ekonomi kita akan semakin berdaya,” ujarnya.
Ia berharap Festival Salawaku 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan kekayaan budaya.
“Mari kita buktikan bahwa Maluku Utara bukan hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga kaya akan talenta, inovasi, produk unggulan, dan peluang masa depan,” pungkas Handi. (Red)

Komentar