Pendidikan
Beranda » Blog » Nilai TKA Maluku Utara Peringkat 27 Nasional Tuai Sorotan

Nilai TKA Maluku Utara Peringkat 27 Nasional Tuai Sorotan

Tangkapan layar video akun TikTok @arafatan_ yang menyoroti peringkat TKA siswa Provinsi di Maluku Utara

LENTERA MALUT — Akun TikTok @arafatan_ menarik perhatian publik setelah mengunggah video berdurasi 2 menit 50 detik yang membahas mutu pendidikan di Maluku Utara. Mahasiswa asal Maluku Utara yang sedang menempuh studi di Belanda tersebut mengungkapkan bahwa nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) provinsi ini berada di urutan ke-27 dari 35 provinsi di Indonesia.

Video edukatif tersebut mendapat ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warganet.

Dalam unggahannya, pria ini meminta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk melihat langsung data resmi rilisan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen RI.

“Ibu Sherly tolong lihat ini kah. Saya baru cek hasil rata-rata TKA per provinsi se-Indonesia. Maluku Utara kasihan masuk peringkat ke-27,” ujarnya dalam video tersebut.

Arafat menjelaskan bahwa nilai rata-rata TKA di seluruh provinsi memang mengalami penurunan secara nasional. Namun, ia menilai capaian Maluku Utara sudah masuk dalam tahap yang sangat memprihatinkan.

Tarif Pesawat, Ikan dan Bensin Dongkrak Inflasi Malut Juni 2026

Ia membeberkan sejumlah data terkait nilai para siswa misalnya Bahasa Indonesia: Rata-rata nilai berada di bawah angka 50. Hal ini mengindikasikan sebagian siswa di Maluku Utara belum bisa berbicara, menulis, dan mendengarkan bahasa Indonesia dengan baik.

Matematika: Nilai rata-rata berada di angka 32,9. Fisika: Nilai rata-rata berada di angka 30,Kimia: Nilai rata-rata mencapai angka 32

Arafat mengaitkan kelemahan akademis ini dengan masa depan ekonomi daerah. Maluku Utara saat ini sangat bergantung pada industri tambang nikel dan mineral. Sektor tersebut membutuhkan tenaga kerja yang menguasai ilmu sains seperti fisika dan kimia.

“Bagaimana adik-adik kita nantinya mau bekerja di posisi yang bagus di perusahaan, kalau memang nilai mereka saat ini kondisinya seperti ini?”ungkapnya.

Rasa penasaran membuat Arafat memeriksa langsung laman resmi pusmendik.kemendikdasmen.go.id/tka. Ia melihat contoh soal Matematika tingkat SMP yang menguji penalaran dan logika sederhana.

NTP Maluku Utara Turun, Daya Beli Petani Tetap Terjaga

Salah satu soal membahas tentang manajemen proyek: sebuah gedung selesai dalam waktu 60 hari dengan menggunakan 12 pekerja. Soal meminta siswa menghitung waktu yang dibutuhkan jika pekerja ditambah agar proyek selesai lebih cepat.

Menurut Arafat, soal tersebut menggunakan rumus matematika sederhana yang sudah diajarkan sejak bangku Sekolah Dasar (SD). Namun, rendahnya nilai rata-rata TKA membuktikan banyak siswa yang tidak bisa menjawab soal penalaran seperti itu.

Ia pun melayangkan pertanyaan kepada Gubernur Sherly Tjoanda. “Bagaimana adik-adik kita ke depan mau mendapatkan jabatan strategis pada pemerintahan, seperti Kepala Dinas PUPR, kalau soal-soal seperti itu tidak dapat dijawab? Betul toh, Ibu?” tanyanya.

Meskipun melontarkan kritik, putra daerah Maluku Utara ini menegaskan tidak ingin menyalahkan pemerintah, sekolah, ataupun guru secara sepihak. Bagi Arafat, hasil ini merupakan tanggung jawab semua pihak.

Ia menggarisbawahi beberapa faktor penting yang memengaruhi hasil pendidikan seperti Keluarga, dimana Orang tua dan keluarga memegang peran penting dalam mendampingi pendidikan anak.

Pemkot Ternate Sulap Plaza Gamalama Jadi Mall Pelayanan Publik

Kemudian Masyarakat, menurutnya publik perlu lebih kritis dalam mengawal kebijakan serta alokasi anggaran pendidikan. Selain itu, faktor Kesenjangan, Dimana pemerintah harus memperhatikan sekolah-sekolah yang masih membutuhkan bantuan fasilitas.

Arafat mengingatkan bahwa nilai di atas kertas memang bukan segalanya. Namun, ia menekankan bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, para siswa inilah yang akan menggunakan hak pilih mereka dan menentukan masa depan daerah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement