SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternate
Beranda » Blog » Pasca Pelantikan, IDI Ternate Perkuat Digitalisasi dan Distribusi Dokter

Pasca Pelantikan, IDI Ternate Perkuat Digitalisasi dan Distribusi Dokter

Ketua IDI Cabang Kota Ternate, Muhammad Sagaf Assegaf / Dok : LM

LENTERA MALUT – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate periode hingga 2029 langsung menyiapkan sejumlah program strategis setelah pelantikan. Organisasi profesi dokter itu memprioritaskan digitalisasi edukasi kesehatan sekaligus menata kembali kebutuhan dan distribusi dokter di Kota Ternate.

Ketua IDI Cabang Kota Ternate, Muhammad Sagaf Assegaf, mengatakan pengurus akan menyelaraskan program organisasi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kota Ternate.

“Kami tetap mendukung program sistem digitalisasi dari pusat dan menjadikannya sebagai program unggulan untuk memberikan informasi serta edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Sagaf usai pelantikan pengurus IDI Cabang Kota Ternate, Ahad (20/9/2026).

Melalui program tersebut, IDI akan memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan. Bidang ilmiah dan pengabdian masyarakat akan mengelola berbagai materi edukasi yang nantinya dapat masyarakat akses melalui sistem digital.

IDI juga akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate dan Dinas Kesehatan. Organisasi itu ingin memastikan program yang mereka jalankan sejalan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.

Tindak Lanjut Arahan Wali Kota, DPRD Ternate Bakal Panggil OPD

Selain digitalisasi, IDI memberi perhatian serius terhadap kebutuhan dan pemerataan dokter. Sagaf mengatakan Kota Ternate masih menghadapi kekurangan tenaga medis, terutama setelah kehadiran Rumah Sakit Kota yang ikut meningkatkan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Kota Ternate masih menghadapi kekurangan tenaga medis, khususnya dengan hadirnya Rumah Sakit Kota. Kami menghitung rasio kebutuhan dokter dibanding jumlah penduduk,” katanya.

Untuk mendapatkan gambaran kebutuhan yang lebih akurat, IDI menggandeng kalangan akademisi melakukan kajian terhadap jumlah dan distribusi dokter. Kajian tersebut juga mempertimbangkan beban pelayanan di rumah sakit besar seperti RSUD Chasan Boesoirie serta kebutuhan fasilitas kesehatan primer dan rujukan.

“Kami mengkaji kembali kondisi SDM dokter bersama akademisi karena Kota Ternate berhadapan dengan pusat pelayanan besar seperti RSUD Chasan Boesoirie. Kami mengatur kembali penempatan dan jam kerja dokter agar seluruh SDM terbagi secara merata ke daerah-daerah yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Sagaf.

Hasil kajian nantinya akan IDI serahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam membuka akses penerimaan tenaga kesehatan baru. IDI juga mendorong pemerintah meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan agar penambahan tenaga medis berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Pendapatan Ternate Naik Rp26,9 Miliar, Belanja Bertambah Rp28,6 Miliar

Tak hanya mengatur distribusi dokter, IDI Kota Ternate juga akan memperkuat agenda penelitian dan riset ilmiah. Organisasi tersebut menggandeng akademisi untuk menjalankan penelitian sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Untuk menetapkan program kerja secara lebih terukur, IDI Kota Ternate akan menggelar rapat kerja pada pekan depan. Pengurus akan membahas program prioritas jangka pendek, menengah, dan panjang.

Setelah raker, IDI akan membawa hasil pembahasan tersebut kepada Pemerintah Kota Ternate melalui audiensi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi profesi dokter dan pemerintah daerah.

Di sisi lain, IDI juga akan membahas persoalan kesejahteraan dokter. Sagaf mengatakan pengurus akan bertemu Pemkot Ternate untuk membicarakan jasa layanan atau take home pay, termasuk hak dan kewajiban dokter yang bertugas di wilayah Ternate.

“Kami juga berkomitmen menyelaraskan jasa layanan take home pay serta membicarakan hak dan kewajiban dokter melalui audiensi bersama pemerintah kota,” katanya.

Usai Reses, Tasman Desak Pemprov Ganti Rugi Rumpon Nelayan

IDI Kota Ternate turut meminta dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan gedung sekretariat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus menjadi ruang bersama bagi anggota IDI.

Dengan kepengurusan baru hingga 2029, IDI Kota Ternate menempatkan digitalisasi, pemerataan dokter, penguatan penelitian, dan peningkatan kesejahteraan tenaga medis sebagai bagian dari agenda organisasi.

Pengurus IDI berharap langkah tersebut tidak berhenti pada program organisasi, tetapi ikut memperkuat pelayanan kesehatan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang berkualitas. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement