LENTERA MALUT – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengenang perjalanan hidupnya saat masih berprofesi sebagai jurnalis melalui sebuah unggahan di media sosial Facebook, Sabtu (13/6/2026).
Dalam unggahan tersebut, Afni membagikan kembali foto lawas yang memperlihatkan dirinya tengah menjajakan koran di jalanan Kota Pekanbaru. Foto itu pertama kali dibagikan oleh seniornya sesama jurnalis, Samsul Bahri Samin, yang kala itu menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Pekanbaru Pos.
“Ternyata sudah 17 tahun yang lalu kita jualan koran,” tulis Samsul Bahri dalam pesan yang kemudian mengingatkan Afni pada masa-masa awal kariernya sebagai wartawan.
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian luas dari warganet. Dalam waktu sekitar dua jam, postingan itu dibanjiri ribuan tanda suka dan komentar.
Afni mengaku terkejut saat melihat kembali foto tersebut. Bukan semata karena foto itu merekam penampilannya saat masih muda, melainkan karena mampu membangkitkan kenangan perjuangan hidup yang pernah dijalaninya.
Ia menceritakan bahwa foto tersebut diambil saat dirinya bersama rekan-rekan redaksi Pekanbaru Pos ikut menjual koran kepada para pengguna jalan di Kota Pekanbaru.
Menurut Afni, profesi jurnalis merupakan pekerjaan profesional pertama yang dijalaninya setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Meski lulus sebagai mahasiswa terbaik dari sebuah universitas di Jawa Timur, ia mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan ketika kembali ke kampung halamannya di Siak.
Saat itu, kata Afni, minimnya lowongan pekerjaan serta tidak adanya relasi yang dapat membantu membuatnya harus mencari peluang di luar daerah. Kondisi ekonomi keluarga juga tengah mengalami kesulitan setelah ayahnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Saya tidak mau menjadi anak yang sudah susah-susah dikuliahkan lalu merepotkan orang tua. Adik-adik juga masih membutuhkan biaya sekolah,” tulisnya.
Keputusan untuk merantau ke Pekanbaru menjadi titik awal perjalanan kariernya. Ia diterima bekerja di Pekanbaru Pos sebagai wartawan magang dengan penghasilan yang jauh dari harapan. Bahkan, demi menenangkan hati ibunya, Afni mengaku sempat mengatakan bahwa gajinya mencapai Rp2 juta per bulan, padahal kenyataannya jauh lebih kecil.
Meski demikian, kecintaannya terhadap dunia jurnalistik membuatnya bertahan dan terus berkembang. Dari profesi tersebut, ia belajar tentang idealisme, integritas, dan profesionalisme yang kemudian membentuk karakter dirinya hingga saat ini.
Seiring berjalannya waktu, Afni berhasil melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktoral. Kariernya juga terus berkembang, mulai dari menjadi pemimpin redaksi di Jakarta, dosen, hingga dipercaya membantu tugas-tugas di kementerian.
Perjalanan panjang itu kemudian membawanya kembali ke kampung halaman dan terjun ke dunia politik. Hingga akhirnya, ia memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kabupaten Siak sebagai bupati.
Melalui unggahan tersebut, Afni menyampaikan rasa syukur atas seluruh proses kehidupan yang telah dilaluinya. Ia juga berterima kasih kepada para pelanggan koran, rekan kerja, serta semua orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
“Apapun jalan hidup, selalu dinikmati dan disyukuri. Terima kasih untuk setiap orang, kenangan, dan perjalanan yang membentuk diri menjadi lebih kuat setiap hari,” tulisnya. (Red)

Komentar