SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maluku Utara
Beranda » Blog » Basarnas Ternate Latih 24 Jurnalis Hadapi Situasi Darurat Perairan

Basarnas Ternate Latih 24 Jurnalis Hadapi Situasi Darurat Perairan

Sejumlah jurnalis saat mengikuti pelatihan dasar keselamatan dari Basarnas Ternate / Istimewa

LENTERA MALUT – Ancaman kecelakaan dan kondisi darurat di wilayah perairan menjadi risiko yang harus dihadapi jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

Menyadari tantangan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ternate membekali 24 jurnalis di Maluku Utara dengan kemampuan dasar bertahan hidup dan memberikan pertolongan dalam situasi kedaruratan.

Pelatihan berlangsung di kawasan Pantai Wisata Sulamadaha, Kota Ternate, Minggu (8/11/2026), sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan ini melibatkan jurnalis dari berbagai platform media baik nasional maupun lokal.

Basarnas Ternate menggandeng BMKG, RRI, Baznas, Polairud, serta unsur TNI dan Polri di Maluku Utara untuk memberikan pembekalan tersebut.

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pihaknya menggelar pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan jurnalis ketika menghadapi situasi darurat selama menjalankan tugas peliputan.

Sekjen Turun Langsung ke Ternate, Perindo Siapkan Mesin Partai

Menurut Iwan, jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mereka juga harus turun langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan fakta dan mendapatkan gambar yang akurat, termasuk ketika meliput bencana di wilayah perairan.

“Tugas jurnalistik bukan hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga sering menuntut mereka untuk hadir langsung di lapangan, tempat kejadian, demi mendapatkan informasi dan gambar yang akurat, termasuk di perairan lokasi bencana,” ujar Iwan.

Ia menilai kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri atas wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri bagi jurnalis. Jarak antarpulau, karakteristik perairan, serta potensi bencana dapat meningkatkan risiko keselamatan saat mereka melakukan peliputan.

Karena itu, Basarnas memandang kemampuan menyelamatkan diri dan memberikan pertolongan sebagai keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap jurnalis, terutama ketika mereka bertugas di kawasan perairan atau lokasi bencana.

“Kami ingin membekali para jurnalis dengan kemampuan dasar untuk bertahan hidup ketika menghadapi kondisi darurat, sekaligus keterampilan memberikan pertolongan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

BPS Ungkap Kondisi Pasar Kerja Malut, Pengangguran Bertambah

Melalui pelatihan tersebut, Basarnas berharap para peserta mampu mengenali risiko, memahami langkah penyelamatan dasar, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat di perairan.

Iwan juga berharap pembekalan ini meningkatkan kesadaran jurnalis untuk mengutamakan keselamatan tanpa mengabaikan tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik.

Selain memperkuat kemampuan bertahan hidup, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Basarnas dan insan pers dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di Maluku Utara. (Red)

BI Gelar Festival Salawaku, Angkat Budaya dan UMKM Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement